Jess Fishlock akan kembali berlari ke lapangan Lumen Field pada Minggu, 1 November, untuk membela Seattle Reign menghadapi Orlando Pride. Bedanya, kali ini ia melangkah tanpa kepastian apakah itu akan menjadi pertandingan terakhirnya sebagai pesepak bola profesional. Laga tersebut bukan sekadar penutup musim reguler, melainkan penentu apakah perjalanan karier sang gelandang veteran berlanjut ke babak gugur atau berhenti begitu saja.
Status pertandingan ini penting karena Seattle masih bersaing ketat dengan NC Courage dan Denver Summit untuk memperebutkan satu tiket terakhir ke babak play-off National Women’s Soccer League (NWSL). Bagi Fishlock, yang telah 14 musim bermarkas di Washington state, hasil akhir laga melawan Orlando menjadi penentu apakah ia masih punya kesempatan menutup karier dengan trofi yang selama ini luput darinya.

Peluang Seattle Reign Ditentukan Laga Melawan Orlando
Seattle Reign hanya butuh kemenangan atas Orlando Pride untuk memastikan tiket ke babak play-off pada musim ke-14 Fishlock di klub tersebut. Sepanjang kariernya di Seattle, ia sudah tiga kali mengangkat NWSL Shield, trofi yang diberikan kepada tim dengan performa terbaik di musim reguler. Namun gelar juara play-off, satu-satunya trofi domestik yang belum ia raih, masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Pesaing terdekat Seattle, NC Courage dan Denver Summit, memiliki selisih gol lebih baik dan hanya terpaut dua serta tiga poin di belakang Reign. Situasi ini membuat posisi Seattle rapuh jika mereka gagal menang, sebab dua tim pesaing tersebut akan saling berhadapan pada hari terakhir musim reguler. Artinya, satu hasil buruk bisa membuat peluang Fishlock memperpanjang musim langsung tertutup meski ia tampil penuh di lapangan.
Fishlock sendiri mengaku tidak gentar menghadapi tekanan semacam ini. Ia menilai dirinya sudah cukup lama berkecimpung di liga untuk memahami bagaimana dinamika perebutan tiket play-off bekerja, termasuk pengalaman menghadapi situasi serupa di musim-musim sebelumnya. Baginya, kemewahan bermain di laga sepenting ini justru terletak pada kesederhanaannya: para pemain cukup memusatkan perhatian pada sepak bola, karena itulah satu-satunya hal yang ingin mereka lakukan.
Ia secara terbuka menyatakan targetnya hanya satu, yaitu membawa kelompoknya melangkah ke babak gugur dan melihat apa yang terjadi setelahnya. Baginya, banyak hal menarik sedang berlangsung di sekitar tim, dan suasana itu justru terasa menyenangkan serta membangkitkan semangat.
Perjalanan Karier yang Berakhir Perlahan-Lahan
Keputusan Fishlock untuk mengakhiri karier tidak datang tiba-tiba. Pada Oktober 2025, ia lebih dulu menutup karier internasionalnya bersama tim nasional Wales setelah mencatatkan 166 penampilan, sebuah rekor yang berlaku untuk tim putra maupun putri di negaranya. Sebulan setelahnya, ia menandatangani kontrak baru di Seattle, sebelum akhirnya pada April mengonfirmasi bahwa dirinya akan pensiun pada akhir kampanye NWSL 2026.
Pencapaiannya di level klub terbilang lengkap, termasuk dua gelar Liga Champions. Yang masih mengganjal hanyalah catatan di babak play-off NWSL, di mana ia belum pernah sekalipun keluar sebagai juara. Ia tiga kali berstatus runner-up, yaitu pada 2014, 2015, dan terakhir 2023, sehingga kesempatan melaju ke babak gugur musim ini terasa seperti peluang terakhir untuk mengakhiri karier dengan cara yang layak dikenang.
Perjalanan menuju momen ini pun tidak mulus. Fishlock sempat mengalami cedera yang terlihat serius, namun ia mampu bangkit dan memilih menentukan sendiri kapan waktunya berhenti bermain. Sikap itu sejalan dengan cara ia menjalani karier selama ini, selalu vokal mengenai rasa bangganya sebagai orang Wales dan tidak ingin pamit begitu saja tanpa kendali atas keputusannya sendiri.
Seattle Reign Menyiapkan Perayaan Khusus
Menjelang laga, Seattle Reign menyiapkan sejumlah kegiatan untuk menghormati sang gelandang veteran. Berbagai aktivitas direncanakan di sekitar stadion, mulai dari bilik foto peringatan hingga merchandise khusus yang didedikasikan untuknya. Perayaan ini menjadi bentuk pengakuan klub atas kontribusi Fishlock selama lebih dari satu dekade memperkuat Reign.
Sejumlah anggota keluarga Fishlock juga telah terbang ke kawasan Pacific Northwest untuk menyaksikan laga di Lumen Field, yang diperkirakan dihadiri sekitar 16.000 penonton. Ia mengaku belum pernah mengumpulkan keluarga sebanyak ini dalam satu kesempatan, dan situasi tersebut terasa sedikit hiruk-pikuk karena anak-anak kecil berlarian dan menyita sisa energinya. Meski demikian, ia menilai kehadiran mereka tetap menyenangkan.
Fishlock menegaskan bahwa fokus utamanya tetap tertuju pada pertandingan dan upaya memperpanjang musim lewat babak play-off. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas semua dukungan yang ditunjukkan kepadanya, serta menyebut segala hal yang disiapkan Reign sebagai sesuatu yang luar biasa dan menyentuh. Namun, dengan nada jujur, ia mengakui bahwa momen emosional itu kemungkinan baru akan benar-benar menghantamnya setelah semuanya selesai, bukan sebelum bola digulirkan.
Akhir Sebuah Era bagi Seattle Reign dan NWSL
Pensiunnya Fishlock menutup satu babak dalam sejarah Seattle Reign. Ia adalah yang terakhir dari tiga bintang awal klub yang memilih mengakhiri perjalanan, menyusul Megan Rapinoe dan Lauren Barnes. Kepergian ketiganya menandai berakhirnya generasi yang membangun identitas klub sejak masa-masa awal keberadaannya di liga.
Dampaknya juga terasa lebih luas bagi NWSL. Fishlock termasuk figur paling mudah dikenali di kompetisi tersebut, dan ia berhasil kembali dari cedera yang tampak berat untuk bisa menentukan sendiri cara ia mengakhiri karier. Sosok seperti ini tidak mudah digantikan, baik dari sisi kualitas permainan maupun dari bobot cerita yang dibawanya ke setiap pertandingan.
Keputusan untuk berhenti bermain juga memberi Fishlock ruang yang lebih lapang untuk pulang ke Wales. Ia dikenal sebagai pesepak bola yang selalu lantang menyuarakan kebanggaannya terhadap tanah kelahirannya, sehingga kesempatan kembali ke rumah dengan frekuensi lebih sering tentu menjadi salah satu hal yang ia nantikan setelah tidak lagi terikat jadwal kompetisi.
Langkah Berikutnya: Kembali ke Timnas Wales
Kunjungan berikutnya ke Wales sudah masuk dalam rencana. Fishlock akan bergabung dengan tim nasional Wales sebagai bagian dari staf pelatih Rhian Wilkinson, tepat pada laga final play-off Piala Dunia melawan Norwegia. Peran barunya ini menunjukkan bahwa hubungannya dengan sepak bola Wales tidak berakhir bersamaan dengan pensiunnya sebagai pemain.
Sebelum Wales memenangi semifinal atas Albania, Wilkinson sempat mengungkap pesan yang dikirim Fishlock kepadanya, berisi dorongan agar sang pelatih memanggilnya masuk skuad. Fishlock menjelaskan bahwa pesan itu dikirim sebagai candaan, dan ia sadar betul Wilkinson tidak akan memanggilnya kembali memperkuat Wales meski tim sedang menghadapi masalah cedera. Menurutnya, Wilkinson terlalu pengertian sebagai pelatih untuk melakukan hal semacam itu, dan keduanya sama-sama memahami konteks pesan tersebut.
Fishlock menuturkan bahwa dirinya bersemangat menyambut laga Wales melawan Norwegia dan percaya bahwa tim tersebut mampu meraih hasil yang diinginkan. Ia berharap keyakinan yang ia miliki juga tumbuh di dalam diri para pemain yang akan bertanding.
Penutup
Bagi Jess Fishlock, laga melawan Orlando Pride adalah pertemuan antara dua hal yang selama ini berjalan beriringan: ambisi kompetitif dan kesadaran bahwa kariernya sebagai pemain hampir selesai. Kemenangan akan memperpanjang perjalanan Seattle Reign ke babak play-off sekaligus memberinya peluang mengejar trofi yang belum pernah ia raih, sementara hasil sebaliknya akan menutup 14 musim kebersamaan dengan klub secara lebih mendadak.
Apa pun hasilnya, kontribusinya telah tercatat rapi, mulai dari 166 penampilan bersama Wales, dua gelar Liga Champions, tiga NWSL Shield, hingga peran sebagai salah satu sosok paling dikenali di liga. Kini ia bersiap melangkah ke sisi lain lapangan, mendampingi tim nasional Wales dari bangku pelatih, sambil menutup karier bermain dengan cara yang ia pilih sendiri.