Lewis Ferguson Tetap Impikan Rangers, Bertahan di Bologna

Lewis Ferguson memastikan bahwa kepergiannya dari Bologna tidak pernah berada di ambang kenyataan, meski sempat mencuat kabar ketertarikan dari Rangers. Gelandang timnas Skotlandia berusia 27 tahun itu menyebut dirinya memang berpikir panjang soal masa depan, tetapi tidak ada negosiasi yang benar-benar mendekati kesepakatan. Di sisi lain, ia tak menutup kemungkinan kembali ke klub masa kecilnya itu pada suatu waktu nanti.

Pernyataan tersebut cukup penting karena Rangers bukan klub biasa bagi Ferguson. Ayahnya, Derek, dan pamannya, Barry, sama-sama pernah berseragam Rangers, sementara Ferguson sendiri dilepas akademi klub itu saat masih 14 tahun. Kini ia justru menjabat kapten Bologna dan terikat kontrak hingga 2028, dengan opsi perpanjangan satu tahun lagi.

Lewis Ferguson

Klarifikasi Lewis Ferguson soal Kabar Kepindahan

Ferguson mengakui bahwa dirinya sempat merasa ragu ketika memikirkan arah kariernya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa peluang pindah pada jendela transfer musim panas lalu tidak pernah benar-benar berada di tahap akhir. “Saya berpikir panjang setelah Piala Dunia soal masa depan saya dan saya sedikit tidak yakin, tetapi tidak ada yang pernah sedekat itu,” ujarnya.

Situasi di Bologna turut memengaruhi pertimbangannya. Saat kembali menjalani pramusim, ia mendapati Domenico Tedesco sebagai pelatih baru, yang menurutnya terasa seperti awal yang segar. Namun, kursi pelatih kembali berganti beberapa waktu kemudian kepada Raffaele Palladino, sehingga Ferguson menghitung ada tiga pelatih baru dalam dua bulan terakhir bila Sebastien Pocognoli di timnas Skotlandia turut dihitung.

Setelah menimbang berbagai kemungkinan, Ferguson akhirnya memutuskan bertahan. Ia mengaku menikmati setiap momen bersama Bologna dan hanya ingin melanjutkan perjalanan tersebut untuk melihat ke mana kariernya akan membawa. Keputusan itu sekaligus menutup spekulasi yang sempat menyeret namanya ke Ibrox pada bursa transfer lalu.

Dilepas Rangers di Usia 14 Tahun, Kini Jadi Kapten Bologna

Perjalanan Ferguson menuju Serie A tidak berlangsung lewat jalur yang mulus. Ia dilepas Rangers ketika masih berusia 14 tahun, kemudian membangun karier melalui Hamilton Academical dan Aberdeen sebelum akhirnya menembus sepak bola Italia pada 2022. Langkah itu membuktikan bahwa penolakan di usia muda tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan.

Sejak 2023, Ferguson dipercaya menyandang ban kapten Bologna. Kepercayaan itu berbuah manis ketika ia memimpin timnya meraih Coppa Italia pada 2025, trofi pertama Bologna di kompetisi tersebut setelah lebih dari 50 tahun. Pencapaian itu menegaskan bahwa peran Ferguson di klub bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari proyek yang sedang dibangun.

Status sebagai kapten sekaligus pemain kunci membuat rumor kepindahannya selalu menjadi bahan pembicaraan. Ketika Rangers dikaitkan dengannya, perhatian publik otomatis terbelah antara kesetiaan Ferguson pada Bologna dan ikatan emosionalnya dengan klub asal Glasgow tersebut.

Menit Bermain dan Kontrak Ferguson di Bologna

Musim lalu tidak sepenuhnya berjalan mulus bagi Ferguson. Di bawah asuhan Vincenzo Italiano, ia hanya mencatat 17 kali menjadi starter di kompetisi liga, jumlah yang tergolong minim untuk seorang kapten. Kondisi itu wajar memunculkan pertanyaan soal posisinya dalam rencana tim, terutama ketika kabar minat klub lain mulai berembus.

Namun, awal musim ini menunjukkan arah yang berbeda. Ferguson tercatat memainkan seluruh menit dalam lima pertandingan Serie A Bologna sejauh musim ini, indikasi bahwa ia kembali menjadi pilihan utama di lini tengah. Kebangkitan menit bermain itu memberi alasan kuat baginya untuk bertahan dan mengesampingkan opsi hengkang.

Dari sisi kontrak, posisi Bologna juga relatif aman. Ferguson terikat hingga 2028 dengan opsi perpanjangan satu tahun, sehingga klub tidak berada dalam tekanan untuk melepasnya dalam waktu dekat. Selain itu, kontrak panjang semacam ini biasanya membuat klub pemilik memiliki daya tawar lebih kuat jika suatu saat ada tawaran masuk.

Ikatan Keluarga dan Faktor Derek McInnes di Rangers

Ketertarikan Rangers terhadap Ferguson bukan tanpa dasar. Ayahnya, Derek, pernah bermain untuk klub itu, begitu pula pamannya, Barry, yang bahkan menyandang ban kapten dan pernah menangani tim di Ibrox. Latar belakang keluarga inilah yang membuat nama Ferguson selalu terasa dekat dengan Rangers.

Pada Juli lalu, pelatih Rangers yang baru, Derek McInnes, menyebut adanya “keterkaitan yang jelas” dengan Ferguson karena keduanya pernah bekerja sama di Aberdeen. Pernyataan itu semakin memperkuat dugaan bahwa Rangers memang memantau situasi pemain tersebut.

Ferguson sendiri tidak menyembunyikan ikatannya dengan klub masa kecilnya. “Bukan rahasia bahwa saya tumbuh sebagai penggemar dan keluarga saya terlibat di klub itu,” katanya. Ia menambahkan bahwa kembali ke sana adalah impiannya sejak kecil dan impian itu tidak berubah, tetapi ia enggan membicarakannya lebih jauh selama masih berstatus pemain Bologna. “Di masa depan, tidak ada yang tahu. Mungkin terjadi, mungkin tidak, tetapi itu selalu ada di belakang pikiran saya,” ujarnya.

Apa Artinya bagi Bologna dan Arah Karier Ferguson

Bagi Bologna, bertahannya Ferguson merupakan kabar baik di tengah pergantian pelatih yang berlangsung cepat. Seorang kapten yang sudah memahami budaya klub dan memiliki menit bermain penuh menjadi penyeimbang penting ketika tim sedang beradaptasi dengan ide baru. Stabilitas di lini tengah juga membantu Bologna menjaga performa di Serie A.

Untuk Rangers, situasi ini berarti peluang mendatangkan Ferguson belum tertutup, tetapi juga tidak bisa dipaksakan dalam waktu dekat. Kontrak hingga 2028 membuat setiap potensi transfer akan bergantung pada kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, bukan sekadar dorongan emosional semata.

Adapun bagi Ferguson, keputusan bertahan menunjukkan bahwa ia memilih fokus pada apa yang sedang ia bangun bersama Bologna. Dengan menit bermain yang kembali stabil, ia punya ruang untuk terus berkembang sebelum nantinya menimbang ulang masa depannya ketika situasi kontraknya mendekati penghujung.

Kesimpulan

Lewis Ferguson menegaskan bahwa kepindahan dari Bologna ke Rangers tidak pernah berada di ambang kesepakatan, meski ia mengakui masih menyimpan impian bermain untuk klub masa kecilnya. Ia kini memilih bertahan, terlebih setelah kembali mendapat kepercayaan penuh dengan memainkan seluruh menit di lima laga Serie A awal musim ini.

Dengan kontrak yang masih berjalan hingga 2028, masa depan Ferguson di Bologna berada dalam posisi yang jelas untuk beberapa tahun ke depan. Kisahnya menjadi contoh bagaimana ikatan emosional dengan sebuah klub bisa bertahan lama, sementara keputusan profesional tetap diambil berdasarkan situasi yang paling masuk akal saat ini.

This entry was posted in mix parlay, parlay and tagged , , , . Bookmark the permalink.