Aaron McLean, mantan penyerang Peterborough United dan Hull City yang kini dikenal sebagai pundit Final Score, kembali membagikan takeaways EFL-nya usai rangkaian pertandingan akhir pekan di Championship, League One, dan League Two. Dalam ulasannya kali ini, ia menyoroti lima klub berbeda, mulai dari Wrexham yang baru saja menumbangkan Southampton hingga Gillingham yang tengah menanjak di League Two.
Pandangan McLean menarik untuk disimak karena ia tak sekadar menilai hasil akhir, tetapi juga membaca arah permainan setiap tim. Sebagai mantan pemain yang aktif mengikuti kompetisi EFL, analisisnya memberi gambaran soal siapa yang benar-benar siap bersaing di papan atas dan siapa yang masih perlu berbenah. Lima klub yang ia bahas—Wrexham, QPR, Bradford City, Bromley, dan Gillingham—masing-masing punya cerita berbeda meski sama-sama sedang mencari konsistensi.
Takeaways EFL Aaron McLean: Wrexham Akhiri Rekor Southampton
Wrexham mengakhiri rekor lima laga tak terkalahkan Southampton lewat kemenangan 2-1, sekaligus mengukir kemenangan kandang pertama mereka musim ini. Hasil itu menjadi suntikan moral besar bagi skuad asuhan Phil Parkinson yang sebelumnya sempat berada di bawah tekanan. Meski begitu, McLean menilai konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah utama tim asal Wales utara tersebut.
Menurut McLean, kemenangan atas Southampton tak lantas menjadikan Wrexham kandidat kuat promosi otomatis. Ia mengingatkan bahwa itu baru kemenangan kedua mereka musim ini, dan tekanan mulai muncul setelah performa luar biasa pada musim lalu yang menurutnya bahkan melampaui ekspektasi. Ekspektasi yang melonjak membuat standar penilaian terhadap tim ini ikut naik, sementara skuadnya belum sepenuhnya memenuhi harapan tersebut.
Salah satu sorotan McLean adalah ketajaman di lini depan. Ia membandingkan Wrexham dengan West Ham yang telah mencetak 22 gol dan Middlesbrough dengan 16 gol, dua tim yang dinilai lebih mampu mematikan pertandingan. Wrexham tercatat sudah empat kali bermain imbang karena gagal menuntaskan laga, dan menurut McLean, pemilik klub berpotensi mendatangkan pemain pelengkap pada Januari jika tim berada dalam persaingan.
QPR Masih Terbang di Bawah Radar Promosi
QPR bermain imbang 2-2 melawan Preston North End di Loftus Road, meski harus bangkit dari ketertinggalan 2-0 dan bermain dengan sepuluh orang setelah Dennis Cirkin mendapat kartu merah pada menit ke-15. Mengingat posisi Preston di dasar klasemen, hasil itu terasa seperti dua poin yang hilang. Meski demikian, tim asuhan Julien Stephan tetap menempati peringkat kelima Championship dan masih kokoh dalam persaingan promosi.
McLean mengaku sangat terkesan dengan penampilan QPR sejauh musim ini. Ia menilai mereka tampil luar biasa dan punya peluang nyata bertahan di sekitar zona play-off. Ia bahkan menyebut Glen Kamara di lini tengah sebagai pemain hebat yang layak bermain di Premier League.
Menurut McLean, rekrutmen QPR musim ini berjalan kelas satu setelah beberapa tahun sebelumnya belanja di tempat yang kurang tepat. Ia menilai skuad yang ada sekarang jauh lebih seimbang dan siap menjalani musim yang kompetitif. Kekalahan 7-1 dari Coventry di awal musim lalu justru dianggap menjadi titik balik yang membentuk karakter tim ini.
Bradford City Klub Tepat untuk Graham Alexander
Bradford City mengakhiri penantian 58 tahun atas kemenangan melawan Luton Town, hasil yang mengantar mereka menggusur Sheffield Wednesday dari puncak klasemen League One. The Bantams hanya mencetak tujuh gol dalam tujuh pertandingan, tetapi kebobolan cuma empat, menjadikan mereka salah satu tim dengan rekor pertahanan terbaik di EFL. Nama Graham Alexander pun otomatis dikaitkan dengan kursi kosong di Preston North End, klub yang pernah ia bela saat masih aktif sebagai pemain.
McLean menilai Bradford sebagai klub besar dengan atmosfer luar biasa di Valley Parade. Ia menyebut Alexander sebagai manajer berkualitas yang kini berada di klub tepat untuk terus berkembang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi sang manajer untuk terburu-buru pindah.
Yang paling menonjol dari Bradford musim ini adalah kemampuan bangkit. Setelah menang dua laga pembuka, mereka sempat kalah dua kali berturut-turut, lalu merespons dengan tiga kemenangan beruntun. McLean menilai produktivitas gol mereka belum cukup untuk tantangan promosi jangka panjang, tetapi sejauh ini pertahanan yang solid membuat hal itu belum jadi masalah. Ia juga memprediksi laju konversi gol akan membaik, dengan menyoroti Bobby Pointon sebagai penyerang muda menjanjikan di divisi tersebut.
Bromley Melaju Perlahan di League One
Bromley menghentikan start tak terkalahkan Huddersfield Town lewat kemenangan 2-1 di Copperjax Community Stadium, kemenangan pertama mereka sejak hari pembukaan musim 2026-27. Awal musim di League One memang berat bagi klub yang baru pertama kali tampil di kasta ketiga ini. Mereka sempat kalah tiga kali beruntun dan kebobolan 14 gol sebelum akhirnya bangkit.
McLean mengingatkan pentingnya melihat perjalanan Bromley secara menyeluruh. Ia menekankan betapa cepatnya klub ini melesat ke League One dan seberapa besar lompatan kualitas dari League Two ke papan atas kasta ketiga. Baginya, tim promosi selalu menghadapi masa adaptasi yang sulit dan butuh waktu.
Kemenangan atas Huddersfield yang sedang dalam performa terbaik menunjukkan karakter dan kepercayaan diri di ruang ganti Bromley. McLean yakin Andy Woodman sangat senang dengan hasil itu. Untuk klub sebesar Bromley, bertahan di League One musim ini sudah menjadi target utama, dan tiga poin ini dinilai sangat membantu mewujudkannya.
Gillingham dan Peluang Musim Terbaik di League Two
Sejak turun ke League Two empat tahun lalu, Gillingham belum pernah finis lebih tinggi dari peringkat 12, catatan yang mengecewakan bagi klub dengan reputasi sebesar mereka. Namun kemenangan mencolok 3-0 atas Bristol Rovers membuat mereka kini menjadi tim paling panas di divisi tersebut. Dengan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang dalam enam laga terakhir, mereka naik ke posisi keempat dan memberi sinyal kebangkitan di bawah asuhan Gareth Ainsworth.
McLean mengaku sempat berbicara dengan Ainsworth pada musim panas, dan sang manajer mengakui bahwa ia melakukan kesalahan musim lalu. Menurut McLean, Gillingham sempat tampil melampaui ekspektasi di awal sehingga menciptakan gambaran yang keliru tentang kualitas skuad. Kini Ainsworth mengubah pendekatan dan timnya tampil jauh lebih positif serta perlahan menemukan performa terbaik.
McLean menilai Ainsworth sangat menekankan aspek psikologis dalam melatih, termasuk soal pemain yang harus “menguras tenaga” sepenuhnya. Untuk bermain di bawah Ainsworth, pemain wajib membeli gagasan tersebut. McLean mencontohkan pengalaman Ainsworth di Wycombe, di mana keberhasilan tidak selalu milik klub terbesar asalkan semua elemen bergerak ke arah yang sama.
Dari lima klub yang dibahas, benang merah yang muncul adalah soal konsistensi dan mentalitas. Wrexham dan QPR punya kualitas untuk bersaing di jalur promosi, sementara Bradford, Bromley, dan Gillingham masih harus membuktikan bahwa tren positif mereka bisa bertahan. Analisis McLean memberi gambaran bahwa di EFL, kestabilan performa sering kali lebih menentukan daripada sekadar kemenangan sesekali.
Catatan akhir, seluruh pandangan dalam artikel ini disampaikan Aaron McLean kepada James Piercy dari BBC Sport England, sehingga setiap penilaian mencerminkan sudut pandang seorang mantan pemain yang mengikuti kompetisi ini secara langsung.
