slot paten

Real Madrid Kalahkan Inter, Mourinho: Laga Ini Gila

Real Madrid kalahkan Inter dengan skor 2-1 pada laga pembuka Liga Champions yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu. Jose Mourinho menyebut jalannya pertandingan itu “gila” karena kedua tim sama-sama menciptakan banyak peluang berbahaya. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu menilai anak asuhnya seharusnya bisa lebih klinis dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Duel ini menjadi istimewa bagi Mourinho karena ia harus berhadapan dengan mantan klubnya, Inter, yang merupakan juara Serie A. Ia juga baru kembali menangani Real Madrid setelah tim melewati masa sulit, dan tekanan semakin terasa ketika Los Blancos tersandung di ajang domestik. Oleh karena itu, tiga poin dari laga perdana di fase liga ini menjadi modal berharga sekaligus jawaban atas kritik yang belakangan menghampiri tim.

Real Madrid Kalahkan Inter di Laga Pembuka Liga Champions

Kylian Mbappe membuka keunggulan Real Madrid pada menit ke-14. Gol tersebut bermula dari kesalahan bek Inter, Yann Bisseck, yang kehilangan bola di dekat kotak penalti sendiri. Mbappe langsung melepaskan tembakan yang tidak mampu dihalau kiper Inter, Josep Martinez.

Federico Valverde kemudian menggandakan keunggulan Los Blancos sembilan menit berselang. Valverde berhasil merebut bola dari Martinez yang terlalu lama menguasai bola di depan gawangnya sendiri, sehingga bola akhirnya bergulir masuk ke gawang Inter. Madrid sebenarnya masih memiliki peluang untuk menambah keunggulan sebelum babak pertama usai.

Inter akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77 lewat gol Carlos Augusto. Gol itu sempat membuat laga kembali sengit karena tim tamu berusaha keras mencari gol penyeimbang. Akan tetapi, pertahanan Madrid tetap kokoh dan skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Drama Ketat di Bernabeu: Penyelamatan Ganda dan Tiang Gawang

Pertandingan ini tidak hanya ditentukan oleh dua gol cepat Real Madrid. Inter juga tampil berani dan nyaris mencetak gol melalui upaya Curtis Jones yang membentur mistar gawang. Peluang demi peluang terus bergulir, membuat laga berjalan terbuka hingga menit akhir.

Setelah unggul 2-0, Madrid hampir memperbesar keunggulan ketika Martinez melakukan penyelamatan ganda untuk menepis peluang dari Mbappe dan Jude Bellingham. Dari bola muntah yang kedua, Brahim Diaz langsung menyambar, tetapi sepakannya justru membentur tiang gawang Inter. Momen-momen tersebut menunjukkan betapa tipisnya margin antara Madrid yang bisa menang telak dan Inter yang akhirnya mampu bangkit.

Mourinho: Laga Ini Gila dan Bisa Berakhir 7-6

Mourinho tidak menyembunyikan kesannya setelah menyaksikan laga yang berakhir dengan skor 2-1 tersebut. Ia mengaku menyukai hasil tiga poin di laga pembuka melawan tim kuat, tetapi ia juga menilai pertandingan ini sangat spektakuler untuk dinikmati. “Hanya tidak bagi saya atau Cristian Chivu,” ujarnya.

Menurut Mourinho, laga ini bisa berakhir dengan skor apa pun karena peluang yang tercipta begitu banyak. “Laga ini gila. Bisa saja berakhir 5-0 untuk kami, 5-5, 7-6, atau 5-6,” katanya. “Pertandingan ini penuh dengan peluang.”

Ia juga mengakui bahwa Inter adalah tim yang kuat dan membuat lini tengah Madrid kesulitan menutup ruang gerak mereka saat bermain dalam. “Kami seharusnya bisa mengunci kemenangan jika unggul 3-0 sebelum turun minum,” tambahnya. Menurutnya, Madrid punya peluang lain melalui Bellingham, tetapi Inter juga bisa mencetak beberapa gol, sehingga laga tetap terbuka hingga akhir.

Data dan Rekor di Balik Kemenangan Real Madrid atas Inter

Inter melepaskan 21 tembakan sepanjang laga, angka yang tergolong tinggi untuk tim tamu yang menghadapi Real Madrid. Catatan itu menjadikan Inter tim tamu dengan tembakan terbanyak ke gawang Madrid di fase grup maupun fase liga Liga Champions sejak Dynamo Kyiv melepaskan 22 tembakan pada Oktober 2004. Dari sisi Los Blancos, mereka juga tidak kalah agresif dengan 16 tembakan yang menghasilkan nilai expected goals (xG) sebesar 2,91.

Menariknya, Madrid hanya menguasai bola sekitar 35,6 persen dalam laga kandang ini. Angka tersebut menjadi penguasaan bola terendah mereka untuk laga kandang di fase grup atau fase liga Liga Champions sejak pencatatan dilakukan pada musim 2003-04. Meski dominasi bola tidak berpihak kepada mereka, Madrid tetap mampu memanfaatkan peluang dengan baik dan memenangkan pertandingan.

Kemenangan ini juga memperpanjang catatan apik Real Madrid saat memulai kampanye Piala Eropa atau Liga Champions di kandang sendiri. Dari 28 laga pembuka kandang yang mereka jalani, Los Blancos hanya kalah sekali, dengan rincian 25 menang dan dua imbang. Bahkan, mereka kini sukses memenangkan 22 dari 23 laga pembuka kandang terakhir.

Mourinho Puji Mbappe di Tengah Ejekan Pendukung

Mbappe tampil sebagai salah satu aktor kemenangan Real Madrid setelah mencetak gol pembuka. Gol tersebut membuatnya kini mengoleksi 71 gol di Piala Eropa atau Liga Champions, menyamai catatan legenda Madrid, Raul. Dengan jumlah itu, Mbappe menempati posisi lima besar dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi tersebut.

Meski demikian, Mbappe juga sempat mendapat sorotan negatif karena sebagian pendukung Madrid mencemoohnya dalam laga ini. Hal itu terjadi meski pemain asal Prancis tersebut mencatatkan empat tembakan tepat sasaran, jumlah tertinggi di antara pemain Madrid di laga itu. Mourinho mengaku tidak khawatir dengan suara-suara miring tersebut karena ia yakin Mbappe akan terus mencetak gol.

“Mbappe bekerja keras dan mencetak gol yang penting. Ia juga memiliki dua atau tiga peluang yang biasanya bisa ia konversi,” kata Mourinho. “Saya tidak khawatir, karena ia akan selalu mencetak gol.”

Exit mobile version