slot paten

Prancis di Piala Dunia 2026: Kandidat Terkuat yang Sulit Dihentikan

Prancis Tampil Dominan di Piala Dunia 2026

Timnas Prancis kembali menunjukkan taringnya di Piala Dunia 2026. Setelah mengalahkan Maroko 2-0 di perempat final, pasukan Didier Deschamps menjadi tim pertama yang memastikan tempat di semifinal. Penampilan impresif ini makin mengukuhkan status Prancis di Piala Dunia 2026 sebagai favorit juara. Dengan skuad bertabur bintang, Les Bleus ingin mengulang sukses 1998 dan 2018.

Kemenangan Meyakinkan atas Maroko

Dua gol dalam waktu enam menit di babak kedua sudah cukup membawa Prancis menang. Kylian Mbappé membuka skor setelah penaltinya di babak pertama gagal, disusul gol Ousmane Dembélé yang merupakan pemegang Ballon d’Or. Hasil ini memperlihatkan betapa tajamnya lini depan Prancis di turnamen ini.

Prancis kini sudah mencetak 16 gol di Piala Dunia 2026—terbanyak di antara semua tim. Mbappé sendiri sudah mengoleksi 8 gol, menyamai Lionel Messi sebagai topskor sementara, namun unggul dalam hal assist sehingga memimpin perburuan Sepatu Emas.

Dua Pemain dengan Lima Gol atau Lebih

Prancis di Piala Dunia 2026 mencatat sejarah langka. Untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir, satu tim memiliki dua pemain dengan lima gol atau lebih dalam Piala Dunia yang sama. Sebelumnya, Brasil 2002 melakukannya lewat Ronaldo (8 gol) dan Rivaldo (5 gol). Kini giliran Mbappé (8) dan Dembélé (5) yang melakukannya.

Kekuatan Serangan yang Menakutkan

Mantan striker Skotlandia, Pat Nevin, menyebut Prancis sebagai tim penyerang terbaik, paling terampil, dan paling berbahaya di turnamen. “Mereka punya lebih dari satu ancaman. Ada dua, tiga, empat pemain yang mampu mencetak gol,” ujarnya di BBC Radio 5 Live.

Selain Mbappé dan Dembélé, Prancis juga memiliki opsi serangan lain seperti Michael Olise (Bayern Munich), Bradley Barcola dan Desire Doue (PSG), Rayan Cherki (Manchester City), serta Jean-Philippe Mateta (Crystal Palace). Kedalaman skuad inilah yang membuat lawan kewalahan menghadapi Prancis di Piala Dunia 2026.

Pertahanan Kokoh, Hanya Kebobolan Dua Gol

Di sisi lain, pertahanan Prancis juga tampil solid. Sepanjang enam pertandingan, mereka hanya kebobolan dua gol: satu gol tambahan waktu saat melawan Senegal (3-1) dan satu gol saat menghajar Norwegia 4-1, ketika Norwegia sudah melaju ke fase gugur dan merotasi pemain. Statistik ini menunjukkan Prancis tidak hanya jago menyerang, tetapi juga sulit ditembus.

Roy Keane: Prancis Bisa Lebih Ganas Lagi

Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, menilai Prancis masih memiliki gigi lebih tinggi. “Mereka jauh lebih baik dalam setiap aspek permainan. Tapi itu bukan berarti tak bisa dikalahkan. Namun, untuk mengalahkan Prancis, kamu harus mencetak gol pertama. Jika mereka unggul lebih dulu, tim lawan akan tertekan dan Prancis akan menghukum mereka dengan mudah,” ujar Keane.

Jalan Menuju Final dan Peluang Juara

Prancis di Piala Dunia 2026 kini tinggal selangkah lagi menuju final. Mereka akan menunggu pemenang antara Belgia dan Spanyol di semifinal. Jika Spanyol yang lolos, Patrick Vieira yakin Prancis tak akan kesulitan. “Spanyol tidak lebih baik dari empat tahun lalu, sementara Prancis justru makin kuat. Saya tidak melihat ada yang bisa menghentikan Prancis melaju ke final,” kata Vieira, yang pernah menjadi bagian tim juara 1998.

Les Bleus telah melewati Senegal, Irak, Norwegia, Swedia, Paraguay, dan Maroko tanpa terkalahkan. Dua kemenangan lagi akan membawa mereka meraih gelar juara dunia ketiga. Namun, Pat Nevin mengingatkan agar Prancis tidak lengah. “Kadang saat mereka menang mudah, mereka sedikit kehilangan fokus. Pada kenyataannya, satu-satunya tim yang bisa menghentikan mereka adalah diri mereka sendiri,” tutup Nevin.

Kesimpulan: Prancis Favorit Berat Piala Dunia 2026

Dengan kombinasi serangan mematikan, pertahanan kokoh, dan kedalaman skuad luar biasa, tidak heran jika banyak pihak menilai Prancis sebagai tim terkuat di Piala Dunia 2026. Didier Deschamps telah menciptakan tim yang mendekati kesempurnaan. Jika mampu menjaga fokus dan performa, peluang Prancis di Piala Dunia 2026 untuk mengangkat trofi pada 19 Juli sangat terbuka lebar. Semua mata kini tertuju pada langkah mereka selanjutnya.

Exit mobile version