Kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027 kini memasuki babak play-off, dan Inggris harus melewati dua putaran laga kandang-tandang sebelum bisa memastikan tiket ke Brasil. Tim asuhan Sarina Wiegman akan menghadapi Yunani di Kreta pada laga pertama putaran pertama, Jumat 9 Oktober pukul 17.30 BST, lalu menjamu lawan yang sama di King Power Stadium, Leicester, Selasa 13 Oktober pukul 19.30 BST. Kedua pertandingan itu bisa diikuti lewat siaran BBC Radio 5 Live.
Jalur play-off ini bukan skenario yang diharapkan Inggris, tetapi menjadi kenyataan setelah mereka gagal merebut satu-satunya tiket otomatis di fase grup. Beban yang sama juga harus ditanggung Wales, Skotlandia, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia, yang semuanya bertanding pada hari Jumat yang sama. Artinya, nasib empat negara home nations plus Republik Irlandia akan ditentukan dalam rentang waktu yang sangat berdekatan, dengan format gugur yang tidak memberi ruang untuk kesalahan.
Format Play-off dan Jadwal Laga Inggris vs Yunani
Inggris harus melewati dua putaran play-off dengan format kandang dan tandang. Putaran pertama mempertemukan mereka dengan Yunani, dimulai di Kreta sebagai laga tandang sebelum leg kedua dimainkan di Leicester. Jika mampu melewati Yunani secara agregat, Inggris akan berhadapan dengan pemenang duel antara Slovakia dan Ukraina, dan pada putaran kedua ini laga tandang dimainkan lebih dulu.
Tanggal pasti untuk laga putaran kedua belum dikonfirmasi, tetapi pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung antara 26 November hingga 5 Desember 2026. Rentang waktu itu memberi Inggris cukup waktu untuk memulihkan kondisi pemain, namun juga berarti mereka harus menjaga performa di tengah padatnya jadwal kompetisi klub. Ketidakpastian jadwal ini juga menyulitkan perencanaan logistik dan pemusatan latihan.
Pelatih kepala Inggris, Sarina Wiegman, menyebut pihaknya sudah mengantisipasi skenario play-off sejak awal. Ia menegaskan bahwa fokus utama sekarang adalah memastikan tim benar-benar siap menghadapi setiap kemungkinan.
“Kami tahu seperti apa bentuk play-off ini dan, meski kami senang dengan undian melawan Yunani, fokus kami sekarang adalah memastikan kami benar-benar siap,” kata Wiegman. “Kami ingin mendominasi pertandingan dan menguasai bola, dan itu yang akan kami persiapkan dengan cermat.”
Mengapa Inggris Harus Melewati Jalur Play-off
Sekilas hasil Inggris di fase grup terbilang solid, karena mereka mengumpulkan lima kemenangan dari enam pertandingan kualifikasi. Masalahnya, juara dunia Spanyol tampil lebih konsisten dan finis di puncak grup, sehingga merebut satu-satunya tempat otomatis yang tersedia. Inilah yang membuat juara Eropa itu harus menempuh jalur yang jauh lebih panjang.
Undian grup memang kurang bersahabat bagi Inggris karena mereka harus berhadapan langsung dengan Spanyol, tim yang baru saja menyandang status juara dunia. Pada format kualifikasi yang hanya memberikan satu tiket langsung per grup, kehadiran satu tim sekelas Spanyol membuat margin kesalahan menjadi hampir nol. Karena itu, meski catatan kemenangan Inggris tergolong baik, hal itu tidak cukup untuk menghindari play-off.
Wiegman mengakui bahwa timnya sebenarnya berharap bisa lolos secara langsung, tetapi ia memilih menyikapi situasi ini dengan pendekatan yang pragmatis. Ia menilai play-off justru bisa menjadi kesempatan untuk menguji ketangguhan skuadnya di laga-laga bertekanan tinggi. Bagi pemain, pertandingan seperti ini menjadi pengalaman penting karena berlangsung dengan format gugur.
Skuad Inggris dan Keputusan Mencoret Toone serta Kelly
Pada pengumuman skuad awal bulan lalu, Wiegman membuat keputusan yang cukup mengejutkan dengan tidak memanggil Ella Toone dan Chloe Kelly. Keduanya merupakan nama yang biasa menjadi bagian dari skuad Inggris, sehingga absennya mereka langsung menimbulkan pertanyaan. Wiegman menjelaskan bahwa keputusan itu diambil murni berdasarkan penilaian performa, bukan karena alasan lain.
“Mereka belum bermain sesuai potensi penuh mereka,” ujar Wiegman. “Tentu saja saya masih percaya kepada para pemain ini. Mereka benar-benar bagus dan sudah menunjukkan banyak hal untuk kami.”
Ia menambahkan bahwa dirinya sudah berbicara langsung dengan kedua pemain tersebut. “Itu juga alasan saya tidak memilih mereka kali ini, karena menurut saya dalam beberapa pekan terakhir mereka belum bermain sesuai potensi mereka,” kata Wiegman kepada BBC Radio 5 Live. “Saya sudah berbicara dengan mereka dan itu sangat berat diterima. Mereka menerimanya dengan baik dan tentu ingin memperbaikinya.”
Peluang Inggris dan Tantangan di Babak Kedua
Secara peringkat, Inggris berada di posisi yang jauh lebih kuat dibanding Yunani. Yunani berada 55 tempat di bawah Inggris dalam peringkat dunia FIFA, sehingga Inggris jelas lebih difavoritkan pada putaran pertama. Meski begitu, laga tandang di Kreta tetap menuntut kewaspadaan, terutama karena atmosfer dan kondisi lapangan bisa memengaruhi permainan.
Jika lolos ke putaran kedua, Inggris berpotensi menghadapi Ukraina, tim yang sudah mereka kalahkan dua kali di fase grup kualifikasi. Pada kedua pertemuan itu, Inggris menang dengan agregat 9-1, sebuah catatan yang membuat mereka percaya diri. Namun, laga play-off punya karakter berbeda dari pertandingan grup, sehingga hasil sebelumnya tidak bisa dijadikan jaminan mutlak.
Kekuatan skuad menjadi modal utama Inggris di jalur ini. Dengan pengalaman memenangi turnamen besar dan kedalaman pemain yang dimiliki Wiegman, mereka dianggap punya peluang besar untuk melewati dua putaran tersebut. Yang perlu dijaga adalah konsistensi penampilan, terutama pada laga tandang yang dimainkan lebih dulu di setiap putaran.
Peluang Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara
Wales akan menghadapi Albania pada putaran pertama pukul 17.00 BST, dengan liputan di BBC Two Wales mulai 16.45 BST. Secara historis, Wales belum pernah mengalahkan tim yang berada di peringkat 20 besar dunia dalam pertandingan kompetitif, dan kemungkinan besar mereka perlu memecahkan rekor itu untuk lolos. Meski demikian, ada optimisme karena tim asuhan Rhian Wilkinson pernah menghantam Albania 4-0 di fase grup kualifikasi.
Skotlandia bertanding melawan Republik Ceko pukul 18.00 BST, dan laga ini bisa disaksikan di BBC iPlayer serta BBC Alba. Skotlandia berharap bisa mencapai putaran final Piala Dunia Wanita untuk kedua kalinya setelah penampilan pada 2019, karena pada 2023 mereka gagal lolos. Performa mereka tahun ini cukup menjanjikan, termasuk hasil imbang melawan Belgia, yang menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim terkuat Eropa. Jika sampai ke putaran kedua, Skotlandia kemungkinan harus menghadapi Swedia, tim yang menjadi semifinalis pada dua edisi terakhir Piala Dunia Wanita.
Irlandia Utara menghadapi tugas berat melawan Portugal pukul 19.00 BST, yang bisa disaksikan di BBC iPlayer. Portugal memiliki skuad muda bertalenta dan tercatat dua kali mengalahkan Irlandia Utara di kualifikasi Euro 2025. Jika berhasil melewati putaran pertama, jalan mereka justru semakin sulit karena calon lawan di putaran kedua adalah Islandia, tim yang dikenal sulit ditembus saat menghadapi Inggris tahun ini.
Republik Irlandia dan Jalan Terjal Menuju Brasil
Republik Irlandia tampil impresif di fase kualifikasi, tetapi undian play-off memberi mereka rute yang tidak ringan. Belgia berpotensi menanti di putaran kedua, sebuah ujian yang menuntut konsistensi tinggi. Sebelum sampai ke sana, tim asuhan Carla Ward harus lebih dulu menempuh perjalanan sejauh 3.100 mil ke Kazakhstan untuk menghadapi lawan yang relatif belum banyak dikenal. Laga itu dimainkan pukul 12.00 BST.
Perjalanan jauh seperti ini selalu menjadi faktor tersendiri dalam sepak bola wanita, karena berpengaruh pada kebugaran, adaptasi waktu, dan kesiapan mental pemain. Menghadapi tim yang jarang dipertemukan membuat proses analisis lawan menjadi lebih menantang bagi staf pelatih. Karena itu, hasil di Kazakhstan akan sangat menentukan seberapa jauh Republik Irlandia bisa melangkah di play-off ini.
Bagi para penggemar yang ingin mengikuti perkembangan tim-tim ini lebih dekat, podcast Women’s Football Weekly kembali hadir dengan Ben Haines, Ellen White, dan Jen Beattie. Episode baru tersedia setiap Selasa di BBC Sounds, lengkap dengan wawancara dan konten tambahan seputar Women’s Super League dan sepak bola wanita secara umum.
Peta Jalan Menuju Brasil dan Hal yang Perlu Dicermati
Seluruh rangkaian play-off ini pada akhirnya mengarah pada satu tujuan: putaran final Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil. Format dua putaran dengan laga kandang-tandang membuat setiap pertandingan memiliki bobot besar, karena satu hasil buruk saja bisa langsung menutup peluang. Bagi Inggris, Wales, Skotlandia, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia, kualitas skuad saja tidak cukup tanpa disertai kesiapan mental menghadapi laga gugur.
Menarik untuk dicermati bagaimana para pelatih mengelola rotasi pemain di tengah jadwal yang padat, terutama karena putaran kedua baru akan digelar antara akhir November dan awal Desember 2026. Selain itu, hasil putaran pertama akan langsung menentukan peta kekuatan di putaran berikutnya, sehingga perkembangan setiap tim layak dipantau dari laga ke laga.
Kesimpulan
Inggris memulai perjalanan play-off mereka dengan menghadapi Yunani di Kreta, lalu menjamu Yunani di Leicester, dan berpotensi bertemu Slovakia atau Ukraina di putaran kedua. Peluang mereka tergolong besar, baik dari sisi peringkat maupun catatan pertemuan sebelumnya, meski keputusan mencoret Ella Toone dan Chloe Kelly menunjukkan bahwa Wiegman tidak ragu mengambil langkah tegas. Sementara itu, Wales, Skotlandia, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia masing-masing menghadapi tantangan yang tidak kalah berat.
Dengan format gugur yang menyisakan sedikit ruang untuk kesalahan, kualitas persiapan akan menjadi pembeda utama. Bagi tim-tim yang mampu melewati dua putaran ini, tiket ke Brasil akan terasa sebagai hasil kerja keras sepanjang siklus kualifikasi, bukan sekadar keberuntungan undian.
