slot paten

Kontroversi VAR Piala Dunia 2026: Gol Kroasia Batal, Modric Tersingkir

Drama VAR di Laga Portugal vs Kroasia: Akhir Perjalanan Modric dan ‘Last Dance’ Ronaldo

Keputusan VAR di Piala Dunia 2026 menjadi pusat perhatian global setelah pertandingan dramatis antara Portugal dan Kroasia. Sebuah gol penyama kedudukan yang dicetak Josko Gvardiol di menit ke-13 masa tambahan waktu dianulir karena offside, mengakhiri asa Kroasia sekaligus menjadi akhir pahit bagi legenda mereka, Luka Modric. Di sisi lain, Cristiano Ronaldo yang sempat tertunduk lesu di bangku cadangan akhirnya bisa melanjutkan petualangan terakhirnya di panggung Piala Dunia.

Kompetitor BBC, Steve Wilson, menyebut momen ini sebagai “salah satu keputusan VAR terbesar yang pernah ada”. Ribuan suporter Kroasia di stadion dan di depan layar kaca histeris saat Gvardiol menceploskan bola ke gawang Portugal. Euforia itu seketika berubah menjadi kemarahan setelah wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau tayangan ulang.

Kronologi Keputusan VAR yang Kontroversial

Saat Kroasia tertinggal 2-1, umpan silang masuk ke kotak penalti Portugal. Igor Matanovic mencoba menyundul bola, namun sentuhannya sangat tipis. Bola kemudian jatuh ke kaki Gvardiol yang langsung menembak masuk. Wasit utama Espen Eskas dari Norwegia semula mengesahkan gol, namun setelah menerima sinyal dari asisten wasit video (VAR), ia menunda selebrasi.

Teknologi Snickometer dan Chip Bola

Pertanyaan besarnya: apakah Matanovic benar-benar menyentuh bola? Jika ya, posisinya offside. Untuk memastikan, digunakan teknologi Snickometer—alat yang lazim di kriket—yang terintegrasi dengan chip di dalam bola Adidas Trionda. Chip tersebut mendeteksi setiap sentuhan, baik oleh kaki maupun kepala. Data secara real-time dikirim ke ruang VAR, dan grafik lonjakan (spike) menunjukkan adanya sentuhan.

Teknologi serupa sudah digunakan di Piala Dunia 2022 dan Euro 2024. Namun, bagi banyak pihak, bukti visual dari siaran televisi terlihat kurang meyakinkan. Mantan bek Inggris Matt Upson mengaku tak melihat perubahan arah bola maupun spin bola, sehingga ia meragukan sentuhan Matanovic. Sebaliknya, mantan asisten wasit Premier League Darren Cann menegaskan bahwa Snicko 100% membuktikan adanya touch.

Reaksi Pemain dan Pelatih: VAR Membunuh Emosi

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic dengan nada kecewa mengatakan, “VAR membunuh emosi, membunuh segalanya di dalam diri Anda. Kita sudah terlalu jauh dengan VAR.” Ia juga menyoroti keputusan wasit yang dinilainya buruk, meski enggan berkomentar detail. Sementara itu, pelatih Portugal Roberto Martinez membela keputusan tersebut: “Tidak ada keputusan buruk atau beruntung. Bola memiliki chip dan sensor menunjukkan bola disentuh.”

Suasana di dalam stadion memanas. Suporter Kroasia yang frustrasi melemparkan botol plastik ke lapangan saat gol mereka dianulir. Momen ini menjadi gambaran pahit bagaimana teknologi mengambil alih kegembiraan sepak bola dalam sekejap.

Perjalanan Ronaldo: Dari Offside Dibatalkan ke Gol Penalti

Ronaldo, yang belum pernah memenangi Piala Dunia, menjalani malam penuh emosi. Kroasia unggul lebih dulu melalui Ivan Perisic di babak pertama. Portugal kemudian menyamakan kedudukan lewat gol penalti Ronaldo—gol pertama sang megabintang di babak gugur Piala Dunia setelah enam turnamen. Namun, Ronaldo sempat kecewa saat golnya dianulir karena offside tipis, lalu ia ditarik keluar pada menit ke-81.

Dari bangku cadangan, ia melihat Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan Portugal di menit ke-94. Ronaldo berlari ke lapangan merayakannya dengan penuh semangat. Mantan pemain Inggris Theo Walcott menilai keputusan menarik Ronaldo adalah langkah yang tepat, karena sang pemain sudah memberikan kontribusi maksimal.

Modric: Legenda Kroasia Harus Angkat Koper

Bagi Luka Modric, yang kini berusia 40 tahun, Piala Dunia 2026 hampir pasti menjadi penampilan terakhirnya. Ia akan berusia 44 tahun saat Piala Dunia 2030 bergulir. Modric, yang sudah tampil 200 kali untuk Kroasia, dihibur oleh Ronaldo—rekan setimnya di Real Madrid—setelah peluit akhir. “Ia legenda sejati, pemain hebat yang membawa Kroasia ke level tertinggi Piala Dunia,” ujar mantan gelandang Brasil Lucas Leiva.

Kepergian Modric menandai akhir sebuah era untuk Kroasia, yang sebelumnya dua kali menjadi runner-up Piala Dunia. Di sisi lain, ‘last dance’ Ronaldo terus berlanjut. Kakaknya sempat menyebut turnamen ini sebagai tarian terakhir sang superstar, dan kini perjalanan itu masih berlanjut berkat keputusan VAR kontroversial tersebut.

Analisis: Apakah Keputusan VAR Sudah Tepat?

Kontroversi ini memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan pakar sepak bola. Sebagian pihak menganggap teknologi Snickometer terlalu sensitif, sementara yang lain percaya bahwa aturan offside harus ditegakkan dengan presisi tinggi. Yang jelas, keputusan VAR di laga ini akan menjadi salah satu momen paling berkesan di Piala Dunia 2026, mengingat dampak emosionalnya terhadap dua legenda—Ronaldo dan Modric.

Apapun pendapat Anda tentang VAR, satu hal pasti: teknologi telah mengubah wajah sepak bola modern. Dan untuk Kroasia, kekecewaan itu masih akan terasa panjang hingga turnamen berikutnya.

Exit mobile version