Ivan Toney akan menjalani sidang di pengadilan pada 2028 atas tuduhan menyerang seorang pria di sebuah klub malam di pusat Kota London. Penyerang timnas Inggris berusia 30 tahun itu sebelumnya telah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut, dan kini tanggal sidangnya resmi ditetapkan untuk 12 Juni 2028 di Southwark Crown Court.
Penetapan jadwal ini menjadi babak baru dalam perkara yang menyeret nama salah satu pemain yang memperkuat Inggris pada Piala Dunia musim panas lalu. Publik sepak bola tanah air tentu menaruh perhatian besar, bukan hanya karena status Toney sebagai pemain internasional, tetapi juga karena jadwal persidangan yang mundur cukup jauh ke depan. Hal itu membuat kasus ini berpotensi membayangi kariernya selama beberapa tahun ke depan.
Duduk Perkara Tuduhan terhadap Ivan Toney
Toney, yang berasal dari Northampton, didakwa melakukan penyerangan terhadap seorang pria bernama Saber Da Silva. Peristiwa yang menjadi dasar dakwaan terjadi di sebuah klub malam di Wardour Street, kawasan Soho, London, pada 6 Desember 2025. Dalam dakwaan, pemain tersebut dituduh melakukan sundulan kepala (headbutt) dan memukul korban saat terjadi perselisihan di klub bernama 100 Wardour Street itu.
Perkara pidana ini bermula dari penyelesaian investigasi yang dilakukan Kepolisian Metropolitan London. Dakwaan terhadap Toney baru diumumkan secara resmi pada Juli, setelah proses penyelidikan kepolisian dianggap rampung. Sejak saat itu, status hukumnya berubah dari pihak yang diperiksa menjadi terdakwa yang harus menghadapi proses peradilan.
Pada sidang yang digelar Kamis di Southwark Crown Court, Toney secara resmi menegaskan pembelaannya: tidak bersalah. Hakim kemudian menetapkan tanggal sidang sementara untuk perkara ini, yaitu 12 Juni 2028, di pengadilan yang sama. Setelah persidangan singkat tersebut, ia dibebaskan dengan jaminan tanpa syarat (unconditional bail).
Kronologi: Dari Investigasi Polisi hingga Penetapan Jadwal Sidang
Perjalanan kasus ini terbilang panjang jika ditarik dari awal kejadian pada Desember 2025. Setelah laporan masuk, kepolisian menjalankan penyelidikan sebelum akhirnya mengumumkan dakwaan pada Juli tahun berikutnya. Artinya, dibutuhkan waktu berbulan-bulan bagi penyidik untuk mengumpulkan bukti dan menetapkan status tersangka sebelum berkas perkara dibawa ke ranah pengadilan.
Setelah dakwaan diumumkan, proses berlanjut ke tahap praperadilan di Southwark Crown Court. Pada sidang Kamis itu, Toney menyatakan pembelaan tidak bersalah secara formal, yang kemudian diikuti dengan penetapan tanggal persidangan. Jadwal 12 Juni 2028 masih berstatus sementara, sehingga masih memungkinkan adanya penyesuaian di kemudian hari.
Yang menarik, Hakim Christopher Hehir secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada terdakwa atas lamanya waktu tunggu tersebut. Ia menyatakan pengadilan-pengadilan crown court di Inggris sedang bekerja di bawah tekanan yang sangat besar. Menurutnya, terjadi penumpukan perkara yang masif akibat berbagai sebab, sehingga jadwal persidangan pun terdorong jauh ke depan.
Implikasi bagi Karier Toney dan Benturan dengan Euro 2028
Penetapan tanggal sidang pada 12 Juni 2028 menimbulkan konsekuensi yang cukup rumit bagi Toney. Tanggal tersebut jatuh tepat pada fase grup Kejuaraan Eropa (Euro) putra 2028, yang digelar bersama oleh Inggris, Republik Irlandia, Skotlandia, dan Wales. Artinya, jika ia masih masuk dalam rencana tim nasional, jadwal persidangan bisa berbenturan langsung dengan agenda turnamen terbesar di Eropa itu.
Bagi seorang pemain yang baru saja tampil di Piala Dunia, situasi ini jelas bukan hal yang ideal. Ketidakpastian hukum dapat memengaruhi fokus, stabilitas karier di klub, hingga posisinya di skuad negaranya. Meski ia dibebaskan dengan jaminan tanpa syarat dan secara hukum masih berhak menjalani aktivitas profesional seperti biasa, bayang-bayang perkara pidana tetap akan melekat sampai ada putusan pengadilan.
Dari sisi reputasi, kasus seperti ini juga menarik perhatian sponsor, klub, dan publik penggemar. Sebuah perkara yang molor hingga lebih dari dua tahun membuat opini publik terbentuk perlahan, dan bukan tidak mungkin memunculkan tekanan tersendiri bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan kariernya.
Konteks Lebih Luas: Beban Berat Sistem Peradilan Inggris
Pernyataan Hakim Hehir memberi gambaran tentang kondisi sistem peradilan pidana di Inggris saat ini. Penumpukan perkara di crown court bukan hal baru, dan dampaknya paling terasa pada lamanya waktu tunggu sebelum sebuah kasus disidangkan. Dalam kondisi seperti itu, perkara yang masuk pada 2026 bisa dengan mudah mendapat jadwal sidang dua tahun kemudian.
Bagi terdakwa, termasuk mereka yang memiliki profesi publik seperti pesepak bola, penundaan sepanjang ini berarti ketidakpastian yang berkepanjangan. Mereka harus menjalani hidup dan pekerjaan sehari-hari sambil menunggu proses hukum yang belum jelas kapan tuntas. Di sisi lain, korban juga berada dalam posisi serupa, karena penyelesaian perkaranya ikut tertunda.
Kasus Toney dengan demikian bukan sekadar berita selebritas atau olahraga. Ia menjadi contoh bagaimana persoalan struktural di pengadilan dapat merembet ke ranah lain, termasuk kalender olahraga internasional. Ketika jadwal sidang bertabrakan dengan turnamen besar, dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga tim dan kompetisi yang melibatkannya.
Yang Perlu Dicermati Berikutnya
Sejumlah hal masih akan menentukan arah perkara ini. Pertama, status tanggal sidang yang masih sementara, sehingga sangat mungkin ada perubahan jadwal menjelang 2028. Kedua, perkembangan pembelaan Toney, yang sejauh ini konsisten menyatakan tidak bersalah atas tuduhan penyerangan terhadap Saber Da Silva.
Ketiga, bagaimana pihak-pihak terkait, termasuk klub dan tim nasional, menyikapi situasi hukum sang pemain sepanjang periode tersebut. Sampai ada putusan pengadilan, status hukum Toney tetap sebagai terdakwa yang belum terbukti bersalah. Prinsip praduga tak bersalah sejauh ini masih menjadi pegangan dalam proses yang berjalan.
Ringkasnya, Ivan Toney menghadapi sidang pada 12 Juni 2028 atas tuduhan menyerang Saber Da Silva di klub malam 100 Wardour Street, Soho, pada 6 Desember 2025. Ia menyatakan tidak bersalah, dibebaskan dengan jaminan tanpa syarat, dan kini harus menunggu proses hukum yang panjang akibat beban perkara di pengadilan Inggris. Satu hal yang pasti, jadwal persidangan itu berpotensi berbenturan dengan fase grup Euro 2028, menambah lapisan kerumitan bagi kariernya di level internasional.
