slot paten

Presiden FIFA Gianni Infantino Dipanggil Kongres AS Terkait Hubungan dengan Trump

Kongres AS Memulai Investigasi Hubungan Infantino dengan Trump

Jamie Raskin, anggota senior Partai Demokrat di Komite Kehakiman DPR AS, resmi meluncurkan investigasi terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Investigasi ini menyoroti eratnya hubungan Infantino dengan Trump dan administrasinya selama ini. Raskin meminta FIFA menyerahkan dokumen serta komunikasi terkait hadiah, pembayaran, atau keuntungan yang diberikan kepada Trump dan para rekannya.

Dalam surat yang dikirimkan pada Minggu (13/7), Raskin juga mendesak Infantino untuk bersedia diwawancarai secara transkrip. Permintaan itu mencakup log pengunjung kantor FIFA di Trump Tower, New York, yang diakuisisi organisasi sepak bola dunia itu tahun lalu.

Konteks Hubungan yang Semakin Mencurigakan

Sejak awal masa jabatannya, Infantino memang menjadi sorotan karena langkah-langkah kontroversialnya. Ia membongkar sistem pengawasan etika FIFA, membubarkan sebagian besar anggota komite etika, dan membuka jalan bagi pendekatan tanpa transparansi. Hubungan Infantino dengan Trump menguat ketika FIFA memberikan penghargaan “FIFA Peace Prize” kepada Trump pada acara pengundian Piala Dunia di Washington, Desember lalu.

Acara tersebut digelar di Kennedy Center yang renovasinya disebut-sebut dipercepat atas perintah pemerintahan Trump. FIFA kemudian meresmikan kantor di Trump Tower pada Juli tahun lalu, menambah spekulasi adanya “timbal balik” politik.

Kontroversi Piala Dunia 2026: Dari Hukuman Balogun hingga Penalti Etika

Ketegangan mencapai puncak saat Piala Dunia 2026 berlangsung. Trump diduga melakukan beberapa panggilan telepon kepada Infantino untuk melobi pencabutan skorsing pemain tim AS, Folarin Balogun, sebelum babak 16 besar melawan Belgia. FIFA akhirnya membatalkan larangan Balogun, tetapi keputusan itu menuai kecaman dari banyak asosiasi sepak bola dunia.

Puncak kontroversi terjadi saat final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina. Trump bersama Infantino duduk di tribun VIP kaca dan mendapat cemoohan dari penonton saat turun ke lapangan. Momen itu semakin memperkuat persepsi publik bahwa hubungan Infantino dengan Trump sudah terlalu politis.

Kritik Terhadap Kebijakan Tiket FIFA

Raskin juga menyoroti kebijakan harga tiket FIFA yang dinilai merugikan konsumen. Praktik dynamic pricing (harga dinamis) yang diterapkan FIFA selama Piala Dunia menyebabkan lonjakan harga ekstrem, sehingga banyak penggemar tidak mampu membeli tiket. Beberapa jaksa agung di AS bahkan sudah menyelidiki praktik ini sebagai dugaan penipuan dan pengerukan harga ilegal.

Dalam suratnya, Raskin menulis: “Timbal balik terbaru yang diatur FIFA dan Presiden Trump bukanlah kejahatan tanpa korban. Ini merugikan rakyat Amerika. FIFA merasa posisi istimewanya di bawah Trump memberi izin untuk menipu konsumen.”

Investigasi Makin Dalam: Kasus Korupsi FIFA Lama

Surat Raskin juga merujuk pada keputusan Departemen Kehakiman AS yang “mengabaikan dakwaan” terhadap sejumlah terdakwa dalam kasus korupsi FIFA. Sebelumnya, pada 2015, lebih dari 20 petinggi FIFA dan eksekutif pemasaran olahraga didakwa. Raskin menilai Infantino justru menghancurkan tembok etika yang seharusnya menjadi “kartu merah” atas budaya korupsi lama.

Seorang profesor hukum Universitas New York dan mantan anggota komite etika Infantino bahkan menyebut taktik pendekatan Infantino kepada Trump sebagai “suap legal”.

Batas Waktu dan Dukungan Politik

Raskin memberikan batas waktu 9 Agustus bagi FIFA untuk menyerahkan dokumen dan menjadwalkan wawancara. Namun, karena Partai Demokrat tidak memegang mayoritas di DPR, Raskin tidak bisa memaksa Infantino hadir tanpa dukungan Partai Republik.

Interaksi FIFA dengan pemerintah AS tidak berhenti di Piala Dunia ini. AS diprediksi menjadi tuan rumah utama Piala Dunia Wanita 2031, dan kesuksesan turnamen tahun ini memicu spekulasi bahwa Piala Dunia Pria 2038 juga bisa digelar di AS.

Tanggapan Infantino: Membela Diri di Media Sosial

Pada Senin (14/7), Infantino menggunakan Instagram untuk membalas kritik dengan 15 bagian pesan. Ia menuduh para pengkritiknya menyebarkan kebencian dan narasi palsu, serta menyebut Piala Dunia 2026 sebagai kesuksesan besar.

Meski lebih dari 200 anggota FIFA telah mendukung Infantino menjelang pemilihan presiden Maret mendatang, beberapa asosiasi tetap menentangnya. Federasi Sepak Bola Norwegia berencana mengajukan keluhan resmi ke komite investigasi etika FIFA terkait peran Trump dalam pembatalan skorsing Balogun.

Investigasi hubungan Infantino dengan Trump masih terus bergulir. Publik dan penggemar sepak bola dunia menanti apakah Kongres AS berhasil menguak praktik gelap di balik kemitraan dua tokoh berpengaruh ini.

Exit mobile version