Prancis Piala Dunia 2026 kembali menunjukkan taringnya. Tim berjuluk Les Bleus itu tampil sempurna saat menggulung Swedia 3-0 di babak penyisihan grup. Lebih dari sekadar skor, yang membuat lawan khawatir adalah semangat tim yang luar biasa dan persatuan yang terlihat di setiap momen pertandingan. Pertanyaan pun muncul: adakah yang mampu menghentikan dominasi Prancis di turnamen ini?
Semangat Tim yang Solid Jadi Senjata Utama
Prancis tidak hanya unggul dalam kualitas individu. Kekuatan kolektif mereka menjadi pembeda. Setelah Kylian Mbappe mencetak gol pembuka yang indah, sang kapten langsung berlari ke bangku cadangan untuk memeluk pelatih Didier Deschamps. Momen itu sangat emosional karena Deschamps baru kembali dari Prancis usai menghadiri pemakaman ibunya. Seluruh pemain pun ikut bergabung dalam pelukan hangat tersebut.
Dukungan Penuh untuk Pelatih
Gelandang Aurelien Tchouameni mengungkapkan bahwa tim berusaha memberikan yang terbaik untuk meringankan beban sang pelatih. “Kami tahu pelatih sedang melalui masa sulit. Kami mencoba memberikan segalanya untuk membuatnya bahagia,” ujarnya. Deschamps sendiri memuji soliditas timnya. “Kelompok ini bersatu dan tampil baik saat saya tidak ada. Semangat tim tidak selalu membuat Anda menang, tapi jika tidak ada, Anda bisa kalah. Kekuatan kolektif di atas segalanya,” katanya.
Performa Gemilang Mbappe dan Skuad Mewah
Mbappe menjadi bintang dengan dua golnya, menyamai Lionel Messi di puncak daftar pencetak gol terbanyak (enam gol). Ia kini memiliki 18 gol di Piala Dunia, hanya satu di belakang Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Namun Prancis bukan hanya Mbappe. Ousmane Dembele sudah terlibat dalam enam gol (4 gol, 2 assist), sementara Michael Olise mencatatkan lima assist – terbanyak di satu turnamen Piala Dunia sejak 1994.
Duet Maut Dembele-Mbappe
Kombinasi Dembele dan Mbappe sudah menghasilkan enam gol di Amerika Serikat – lebih banyak dari duet mana pun sejak 1966. Olise, yang lahir di Hammersmith dari ayah Nigeria dan ibu Prancis-Aljazair, menjadi jembatan antara lini depan dan belakang. Pelatih Deschamps memuji Olise sebagai pemain “top” yang pendiam di luar lapangan, tapi agresif saat bermain.
Bisakah Prancis Dihentikan?
Mantan striker Inggris Ian Wright menyebut Prancis sebagai salah satu tim favorit terkuat yang pernah ia lihat di Piala Dunia. “Anda tidak bisa menghentikan kemampuan seperti ini,” katanya. Patrick Vieira, legenda Arsenal yang juara Piala Dunia 1998, menambahkan, “Mereka menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka adalah tim yang harus dikalahkan.”
Gary Neville, mantan bek Inggris, memuji lini depan Prancis yang terdiri dari Mbappe, Dembele, Olise, dan Bradley Barcola. “Mereka akan menyebabkan mimpi buruk bagi setiap bek di turnamen ini. Saya tidak tahu bagaimana cara menghentikan mereka. Prancis satu level di atas,” ujarnya. Pelatih Swedia Graham Potter pun mengakui, “Tidak ada malu kalah dari tim Prancis ini. Saya belum pernah melihat tim yang lebih baik.”
Langkah Selanjutnya di Fase Gugur
Setelah lolos ke babak 16 besar, Prancis akan menghadapi Paraguay di Philadelphia pada 4 Juli. Jika menang, mereka berpotensi bertemu pemenang laga tuan rumah Kanada vs Maroko di perempat final pada 9 Juli. Meski demikian, Deschamps meminta semua pihak tetap tenang. “Tolong jangan terlalu bersemangat. Selalu ada ruang untuk perbaikan. Kami baru mencapai babak 16 besar, belum ada yang istimewa,” katanya.
Prancis Piala Dunia 2026 memang tampil sebagai tim paling ditakuti. Dengan semangat juang, kekompakan, dan bakat luar biasa, mereka layak disebut favorit utama. Namun sepak bola tidak pernah bisa diprediksi – tinggal menunggu apakah ada tim yang mampu memberikan kejutan dan menghentikan laju Les Bleus.
