Camilo Duran menjadi pusat perhatian dalam kemenangan telak Celtic 3-0 atas LASK pada leg pertama play-off Liga Champions. Dua gol yang dicetak pemain asal Kolombia itu membuat Martin O’Neill menyebutnya sebagai penampilan “world-class” yang membawa timnya melangkah makin dekat ke fase grup. Laga ini sekaligus menjadi bukti bahwa perekrutan Duran pada bursa musim panas adalah keputusan yang tepat.
Laga yang berlangsung di Celtic Park ini menjadi modal penting bagi Celtic, yang musim lalu gagal melaju setelah kalah adu penalti dari Kairat Almaty. Kini, The Hoops hanya butuh hasil wajar di leg kedua untuk mengamankan tiket tampil di kompetisi paling bergengsi di Eropa untuk pertama kalinya sejak musim 2024-25. Celah untuk mewujudkan mimpi itu terbuka lebar, tetapi O’Neill menegaskan bahwa pekerjaan berat masih menanti di leg kedua.
Jalannya Laga: Tiga Gol Indah Bawa Celtic Unggul
Celtic sempat menghadapi tekanan di awal laga. Bahkan O’Neill mengungkapkan bahwa LASK sempat mencetak gol pada menit pertama, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. Butuh sekitar 10 hingga 15 menit bagi anak asuhnya untuk menemukan ritme permainan terbaik.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-26 melalui aksi Benjamin Nygren. Sepakan kaki kiri pemain asal Swedia itu melengkung indah dan bersarang tepat di sudut kanan atas gawang LASK yang dijaga Lukas Jungwirth. Tujuh menit sebelum turun minum, giliran Camilo Duran yang mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan voli keras dari jarak 20 yard.
Pada menit ke-67, Duran melengkapi brace-nya dengan penyelesaian kaki samping setelah membangun kerja sama tim yang apik. Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan meyakinkan 3-0 bagi tuan rumah dan memberikan keunggulan yang sangat nyaman menjelang leg kedua pekan depan. Dengan agregat 3-0, Celtic memiliki modal besar untuk mengamankan tiket ke fase grup.
Camilo Duran: Bintang Baru yang Langsung Bersinar
Camilo Duran baru bergabung dengan Celtic pada bursa transfer musim panas ini, tetapi adaptasinya berjalan sangat mulus. Pemain yang didatangkan dari Qarabag itu langsung menjadi pembeda di lini serang Celtic dalam laga melawan LASK. Berdasarkan data pertandingan, Duran menjadi pemain Celtic dengan tembakan terbanyak (enam), sentuhan di kotak penalti lawan terbanyak (lima), dan dribel terbanyak (enam).
O’Neill pun tak segan melontarkan pujian tinggi kepada pemain muda asal Kolombia tersebut. “Dia pemain yang brilian. Kami sudah mengamatinya sejak lama dan mencoba mendapatkannya lebih awal dari yang kami lakukan,” ujar O’Neill kepada TNT Sports. “Saya tidak mengatakan dia pemain kelas dunia, tapi itu adalah penampilan kelas dunia—berani melewati lawan dan mau bertahan.”
Pujian semacam itu tentu menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Duran yang baru beberapa bulan membela klub. Namun, O’Neill juga mengingatkan bahwa masih ada pertandingan leg kedua yang harus dilalui. Konsistensi penampilan Duran akan kembali diuji saat Celtic bertandang ke Austria.
Reaksi Martin O’Neill dan Callum McGregor
Meski menang telak, O’Neill menilai laga tersebut tidak mudah bagi timnya. Ia bahkan mengakui bahwa LASK adalah lawan yang kuat dan patut diwaspadai. “Saya pikir ini malam yang sangat berat bagi kami. Mereka tim yang sangat bagus. Kami masih punya pekerjaan rumah, tetapi kami sudah memberi diri kami peluang,” katanya kepada TNT Sports.
O’Neill juga menyoroti perubahan besar di lini depan Celtic dibandingkan musim lalu. Menurutnya, timnya kini lebih tajam dan pandai menciptakan peluang. “Musim lalu kami sering bertanya-tanya dari mana gol akan datang. Sekarang kami mampu menciptakan gol. Menjaga clean sheet juga sangat penting bagi kami,” ujarnya.
Kapten Celtic, Callum McGregor, memiliki pandangan serupa. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini belum menjamin apa-apa karena leg kedua masih menanti. “Kami berusaha membawa klub ini ke Liga Champions. Masih di tengah jalan, tapi ini penampilan yang luar biasa. Kami harus menyelesaikannya pekan depan,” ujar McGregor.
Statistik Jadi Peringatan Jelang Leg Kedua
Keunggulan 3-0 terlihat nyaman, tetapi statistik pertandingan menunjukkan gambaran yang lebih berimbang. Celtic melepaskan 17 tembakan dengan ekspektasi gol (xG) hanya 0,87, sementara LASK justru mencatatkan xG lebih tinggi, yakni 1,75 dari 20 percobaan ke gawang Viljami Sinisalo. Artinya, LASK sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang berbahaya yang beruntung tidak berbuah gol.
Catatan ini jelas menjadi peringatan bagi O’Neill menjelang leg kedua di Austria. Kemenangan telak di kandang tidak otomatis membuat leg kedua aman, terlebih Celtic pernah merasakan pahitnya kegagalan musim lalu. Setahun setelah tersingkir oleh Kairat Almaty lewat adu penalti usai dua leg berakhir tanpa gol, Celtic tentu tak ingin mengulangi kesalahan serupa.
LASK diyakini akan tampil lebih agresif di hadapan pendukungnya sendiri untuk mengejar ketertinggalan. Oleh karena itu, Celtic perlu menjaga konsentrasi penuh, terutama di lini pertahanan. Kombinasi kewaspadaan dan disiplin taktik akan menjadi kunci agar keunggulan agregat tidak kembali terbuang sia-sia.
Kemenangan 3-0 atas LASK jelas menjadi langkah besar bagi Celtic dalam upaya kembali ke Liga Champions. Penampilan gemilang Camilo Duran dan dukungan penuh para pendukung di Celtic Park menjadi modal berharga, tetapi pekerjaan sesungguhnya masih tersisa di leg kedua. Dengan kewaspadaan yang sama dan mentalitas yang tepat, peluang Celtic untuk mengakhiri penantian panjang tampil di kompetisi elite Eropa terbuka sangat lebar.
Semua mata kini tertuju ke Austria, tempat Celtic akan memastikan apakah mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan atau kembali berakhir dengan kekecewaan. Leg kedua akan menjadi ujian sesungguhnya bagi karakter dan mentalitas tim asuhan Martin O’Neill. Satu hal yang pasti: Duran dan rekan-rekannya sudah menunjukkan bahwa mereka siap bertarung.
