Pelatih kepala Fulham, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa sorotan jelang laga kontra Hull City seharusnya tidak tertuju pada dirinya. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah bagaimana klub, para pemain, dan para suporter bisa keluar dari situasi sulit yang sedang mereka alami. Fulham akan menjamu Hull City di Craven Cottage pada Sabtu pukul 15.00 BST, dalam laga yang mereka harap menjadi kemenangan Premier League pertama musim ini.
Posisi Fulham saat ini memang tidak nyaman. Mereka menempati dasar klasemen dengan koleksi dua poin dari enam pertandingan, hasil dari empat kekalahan dan dua kali imbang. Tekanan pun mengarah ke pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun itu, terlebih setelah muncul laporan yang menyebut bahwa satu kekalahan lagi berpotensi berujung pada berakhirnya masa jabatannya. Meski begitu, Arbeloa memilih tidak menjadikan hal itu sebagai bahan pembicaraan utama.
Fulham Belum Menang, Arbeloa Sebut Pekannya Normal
Situasi di sekitar Craven Cottage memang tidak ideal bagi seorang pelatih yang baru menangani klub. Namun Arbeloa menyatakan bahwa pekan yang ia jalani berjalan seperti biasa. Ia menilai pertanyaan soal masa depannya bukanlah hal yang perlu dibahas, karena yang lebih mendesak adalah mencari solusi agar tim bisa meraih hasil positif.
Menurutnya, laga melawan Hull City bukan tentang dirinya, melainkan tentang klub, para pemain, dan para pendukung yang sudah setia memberi dukungan. Ia menegaskan para pemain sedang mencari bentuk imbalan atas kerja keras mereka dan menginginkan satu pertandingan di mana mereka bisa mempersembahkan kemenangan bagi suporter. Baginya, hal itu penting untuk semua pihak yang terlibat di Fulham.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Arbeloa berupaya mengalihkan perhatian dari isu personal ke persoalan tim. Ia tidak membeberkan target pribadi maupun tanggapan langsung soal kemungkinan pemecatan. Yang ia tekankan adalah bahwa seluruh kekuatan tim harus diarahkan pada satu tujuan sederhana: memutus rentetan hasil buruk di liga.
Dua Laga yang Luput di Menit-menit Akhir
Kegagalan Fulham meraih kemenangan sejauh ini tidak sepenuhnya terjadi tanpa perlawanan. Akhir pekan lalu, mereka sempat unggul 1-0 lewat gol Ryan Sessegnon pada babak kedua dan berada di ambang kemenangan pertama musim ini saat bertandang ke markas Ipswich Town. Namun dua gol yang datang di penghujung laga membalikkan keadaan di Portman Road dan membuat mereka pulang tanpa poin penuh.
Pola serupa terjadi sebelum jeda internasional, ketika Fulham menghadapi Manchester United. Saat itu mereka juga terlihat berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiga poin, sebelum sebuah gol Matheus Cunha yang berbelok arah di menit-menit terakhir menggagalkan kemenangan tersebut. Dua kejadian itu menggambarkan masalah konsistensi yang menghantui tim selama 90 menit penuh.
Arbeloa sendiri mengakui bahwa para pemain mampu menjalankan rencananya dalam durasi yang cukup panjang. Ia menyebut hal itu terlihat saat melawan Ipswich Town, Manchester United, dan juga Liverpool dalam hasil imbang 0-0 di Anfield. Bagi pelatih itu, tantangan berikutnya jelas: menjaga level permainan yang sama hingga peluit akhir dibunyikan, bukan hanya di sebagian besar pertandingan.
Ia menambahkan bahwa dirinya melihat komitmen para pemain dari cara mereka berlatih. Menurutnya, skuad saat ini sangat terfokus pada pertandingan yang menanti akhir pekan ini, dan itulah yang ia anggap sebagai modal penting untuk memutus tren negatif.
Siapa Alvaro Arbeloa dan Bagaimana Ia Tiba di Fulham
Arbeloa bergabung dengan Fulham pada musim panas lalu dengan kontrak berdurasi tiga tahun, menggantikan pelatih sebelumnya, Marco Silva. Sebelumnya ia sempat menjalani periode singkat sebagai pelatih interim Real Madrid, sebuah pengalaman yang menjadi salah satu bekal utamanya sebelum menyeberang ke Inggris.
Latar belakangnya sebagai mantan bek Liverpool turut menjadi pertimbangan. Ia datang dengan rekomendasi kuat dari Presiden Real Madrid, Florentino Perez, serta dari Jose Mourinho, pelatih yang pernah ia bela selama berkarier di klub Spanyol tersebut. Referensi itu membuat kehadirannya disambut dengan ekspektasi tersendiri.
Meski demikian, perjalanan Arbeloa di sepak bola Inggris sejauh ini belum sesuai harapan di pentas liga. Satu catatan yang lebih positif datang dari Carabao Cup, di mana Fulham berhasil melaju ke babak 16 besar. Laga kandang melawan Crystal Palace pada kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung bulan ini.
Tekanan yang Menggantung dan Sorotan dari Dalam Klub
Analisis yang berkembang menyebut bahwa akhir pekan ini bisa menjadi titik penentu bagi Arbeloa. Baru enam pertandingan Premier League ia jalani, tetapi keraguan mengenai posisinya mulai muncul. Metodenya disebut belum sepenuhnya diterima dengan baik oleh skuad, sementara perlakuan terhadap sejumlah pemain tertentu juga menimbulkan keheranan di kalangan para pemain.
Pada akhirnya, hasil pertandingan yang akan menentukan segalanya. Fakta bahwa Fulham belum menang di liga dan kini berada di dasar klasemen dengan dua poin membuat posisi Arbeloa rawan. Direktur operasi sepak bola klub, Tony Khan, tentu sangat berharap penunjukan ini bisa membuahkan kesuksesan setelah sebelumnya mengambil keputusan yang cukup berani.
Pasalnya, Arbeloa termasuk pilihan yang tidak biasa. Selain beberapa pertandingan sebagai pelatih interim Real Madrid setelah pemecatan Xabi Alonso, ia tidak memiliki rekam jejak kepelatihan yang panjang. Fulham dan Khan menilai langkah itu sebagai taruhan yang layak diambil, namun kenyataannya belum berjalan sesuai rencana. Hasil buruk lagi saat melawan Hull City pada Sabtu akan membuat posisinya berada dalam sorotan internal yang berat.
Jadwal Berat Menanti: Hull, Coventry, dan Carabao Cup
Jika berhasil melewati ujian melawan Hull City, Arbeloa akan menghadapi tim promosi untuk ketiga kalinya secara beruntun. Pekan berikutnya, Fulham dijadwalkan bertandang ke markas juara Championship, Coventry City, dalam lanjutan pertandingan liga. Rangkaian ini menuntut tim untuk segera menemukan stabilitas, bukan hanya semangat bertahan di satu atau dua pertandingan.
Di sisi lain, keberhasilan melaju ke babak 16 besar Carabao Cup memberi Fulham jalur alternatif untuk meraih hasil positif musim ini. Laga kandang melawan Crystal Palace bisa menjadi kesempatan membangun kepercayaan diri, meski tetap saja performa di liga menjadi tolok ukur utama bagi posisi seorang pelatih.
Kombinasi antara tekanan di liga dan peluang di kompetisi cup ini membuat periode beberapa pekan ke depan terasa krusial. Fulham butuh poin, dan Arbeloa butuh bukti bahwa metode serta pendekatannya mampu mengubah nasib tim di kompetisi domestik.
Kesimpulan
Alvaro Arbeloa menolak menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian, meski tekanan atas posisinya terus meningkat. Fulham masih mencari kemenangan pertama di Premier League dan kini berada di dasar klasemen dengan dua poin, sementara laga melawan Hull City di Craven Cottage menjadi kesempatan sekaligus ujian besar.
Kegagalan di menit-menit akhir melawan Ipswich Town dan Manchester United memperlihatkan bahwa masalah utama Fulham bukan sekadar kualitas, tetapi kemampuan menjaga performa sepanjang 90 menit. Jawaban atas persoalan itu, bersama hasil di lapangan, akan menentukan seberapa lama Arbeloa bertahan di kursi pelatih.
